Feeds:
Tulisan
Komentar

(napak tilas situ gintung)

(komunitas hijau/manggarai)

(one minute for a better world)

(akhirnya memilih untuk resigned)

Hampir semua anak-anak di dunia ini punya cita-cita. Sepanjang ia pernah mendengar, membaca, melihat sesuatu yang menarik hatinya, segeralah sang anak memahat cita-cita dalam hati. Ada yang memahatnya kuat-kuat sehingga tak lepas dimakan waktu dan berhasil mencapai mimpinya. Tapi kayaknya lebih banyak yang memahat tidak kuat jadinya gagal menggapai. Ada satu ungkapan dari Bung Karno yang sangat terkenal “Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit”. Kawan saya bilang “pantesan banyak yang ga berhasil cita-citanya, terlalu tinggi sih..”.

Di Indonesia anak-anak terlatih untuk menjawab apa cita-cita dengan jawaban standar yang sudah bisa di tebak. Kalau tidak menjadi “Dokter” ya “Insinyur” atau “Pilot” ataupun kalau tertarik sama orang berpakaian seragam akan menjawab “tentara atau polisi”. Memangnya tidak ada pekerjaan lain yang mulia di Indonesia? Jelas ini bukan hal yang salah. Anak-anak pikirannya dibentuk oleh lingkungan. Lingkungan Indonesia cenderung sangat menghormati profesi-profesi yang menghasilkan duit banyak alias kaya. tapi hari ini janjikanlah oleh kalian para orang tua, janjikan jenis pekerjaan baru, “jadi KORUPTOR lebih baik”….

bagaimana tidak di negriku, mereka yang ‘merampok uang negara milyaran bahkan triliyunan, mereka jauh dari hukum gantung, mereka dekat dengan kamar-kamar indah dalam sel tahanan justru.. “wahai anak-anaku jadilah koruptor,,, rampoklah uang barang 3triliyunan saja. lalu jalanilah masa penjara tahananmu selama 3 atau 4 tahun saja, lalu belilah lemari es dalam penjara, takut-takut engkau kehausan, lalu belilah TV, mungkin engkau butuh hiburan, lalu mintalah pembantu pada kepala lapas untuk bersih-bersih di kamarmu, belilah kasur dan selimut agar tidurmu nyenyak dan nyaman, lalu jangan khwatir selam 4tahun dipenjara, karena begitu keluar engkau masih punya 2triliyun, dan itu cukup untuk bekal hidupmu yang akan datang…sementara setelah itu engkau bisa memilih kembali pekerjaan lainnya. kalau engkau mau menjadi KORUPTOR  kembali itu akan lebih baik, tapi engkau saat itu dengan uang 2 triliyun, punya banyak pilihan… engkau bisa ikut partai politik anaku, lantas engkau bisa jadi presiden atau anggota dewan yang terhormat, engkau bisa jadi mentri kalau engkau mau, engkau bisa jadi POLISI kalau engkau mau, tapi untuk menjadi POLISI engkau butuh sedikit keterampilan baru..keterampilan merekayasa, sedikit saja…, engkau bisa jadi jaksa atau hakim,  engkau tahu kenapa?, karena di negeri ini, semua bisa dibeli kalau engkau punya uang”

tentang HAMKA

Kepada Saudaraku M. Natsir
Meskipun bersilang keris di leher
Berkilat pedang di hadapan matamu
Namun yang benar kau sebut juga benar
Cita Muhammad biarlah lahir
Bongkar apinya sampai bertemu
Hidangkan di atas persada nusa
Jibril berdiri sebelah kananmu
Mikail berdiri sebelah kiri
Lindungan Ilahi memberimu tenaga
Suka dan duka kita hadapi
Suaramu wahai Natsir, suara kaum – mu
Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi
Ini berjuta kawan sepaham
Hidup dan mati bersama -sama
Untuk menuntut Ridha Ilahi
Dan aku pun masukkan
Dalam daftarmu …….!

Tulisan Sebelumnya »